Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Sharing » “Persahabatan” dengan Sapi

“Persahabatan” dengan Sapi

(178 Views) April 29, 2013 12:05 pm | Published by | No comment

Tadi malam saya pergi ke daerah dadok Tunggul hitam, sekitar jam 7 malam lah saya kesana, pakai motor berdua dengan adik saya Pau. Tepatnya pergi kerumah ni dewi, di perjalanan pulang Pau berucap diatas motor, kata-katanya mengingatkan saya dengan persahabatan bersama sapi waktu sekolah SD dan SMP dulu. Pau cuma berkata, Masih Seperti dulu aroma dan bau sapi ini ya bang katanya, dia berkata begitu karena banyak sekali sapi dipinggir jalan yang tidak dikandangkan. Dan tentunya dia masih ingat dulu ketika masih punya ternak sapi dikampung.

Saya sangat teringat sekali dengan apa rutinitas dan apa yang harus dilakukan setiap hari sejak kelas 3 Sekolah dasar, waktu itu keluarga kami dapat bantuan transmigrasi, dapat ladang karet dan seekor sapi. Sapi itulah yang saya rawat setiap hari, dan sudah menjadi teman saya setiap hari. Bagnun tidur saja saya sudah harus ke kandang sapi untuk mengantarkannya ke padang rumput, barulah setelah itu mandi dan siap-siap kesekolah dengan membawa tentangan kue yang harus dijual. Luar biasa didikan orang tua saya sejak kecil, mereka mengajarkan kepada kami semua bagaimana menjadi orang yang merasakan proses menemukan atau mendapatkan sesuatu itu, Ayah dan Amak tidak pernah mengajarkan tentang yang instan dalam hidup ini, semua butuh proses kata mereka.

Pulang sekolah saya lebih sering tidak langsung pulang kerumah, terlebih dulu ke tempat sapi yang tadi pagi sudah diantar, untuk memindahkannya ke padang rumput yang lebih tebal. dan nanti seore sepulang mengaji harus jeput dia lagi dan di masukkan ke kandangnya, dimana kandang itulah menjadi saksi setiap kali saya ditendang sapi, heheh, sudah sering ditendang sapi.

Sekarang saya sempat juga berfikir untuk punya ternak, dan bahkan mungkin akan beternak sapi lagi, karena dulu itu hasil dari sapi yang dipelihara satu ekor saja, hasilnya lumayan, setiap anaknya yang lahir dan sudah berusia 2 tahun, selalu dijual ke orang lain.

Pengalaman lain tentang gembala sapi, waktu SD saya pernah gembala 40 ekor sapi sendirian di padang rumput yang sangat luas dan tanpa pagar, kalau dibayangkan untuk mencari sapi satu-satu jika mereka hilang, tepar juga saya mungkin, tapi itulah yang namanya usaha, harus setia memandang dan menghitung mereka setiap waktu, liatin, hitung, liat hitung, itu saja kerjanya, kalau sudah keliatan berkurang, mulai panik karena jika saya cari yang hilang satu itu, yang lain kemungkinan akan pergi jauh juga. Dan sering saya mengajak adik2 yang masih kecil dikawasan “Bowuo Koto” untuk membantu saya gembala, mungkin mereka masih ingat sekarang, dan mereka sekarang sudah besar-besar semuanya.

Memang saat disuruh dulu itu saya memang sering dongkol dan sering mengeluh, tapi cara orang tua saya memberikan pengalaman, belajar dari kehidupan itu sangat luar biasa saya rasa menfaatnya saat ini. Persahabatan dengan sapi bertahun tahun, kesekolahpun kadang tangan ini bau tali sapi.

This post was written by Dika Marpeti
About

Faradika,M.Kom lulusan Magister Ilmu Komputer - Sedang belajar ilmu menebar manfaat melalui media Online, semoga apa yang di sharing pada web ini bermanfaat - Insya Allah saya siap berbagi ilmu kepada siapa saja yang mau belajar

Categorised in: ,

No comment for “Persahabatan” dengan Sapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>