Hebatnya Orang Tua Saya, Dari Tukang Kayu Hingga Bisnis Perkebunan

226973_1895824647861_4506989_nMenjadi pengusaha besar itu kadang tidak kita sadari, saya sendiripun tidak menyadari ternyata saya adalah anak dari Orang Tua yang memiliki banyak karyawan, buktinya pagi ini dari jam 5 tadi subuh HP Amak dan Ayah saya nonstop berbunyi mengurusi bisnis dan kerjaannya. Untuk apa orang menelpon ?

Kebetulan orang tua saya keduanya sedang disini, di kontrakan kecil saya ini, ayah saya sedang berobat mata karena terjadi infeksi setelah operasi jahit kornea mata beberapa waktu lalu, dan hari ini hari kamis, ayah saya seorang tukang bangunan dulunya, kemudian sudah banyak penerus dan anak buahnya, hingga akhirnya dia pensiun dari kerja itu, dan sekarang hanya menjadi pengarah dari beberapa orang anak buahnya.

Sehari-hari biasanya ke perkebunan karet, ada beberapa perkebunan karet yang sudah dibeli dan dimiliki ayah saya, itu sekarang dikerjakan oleh orang lain dengan sistem bagi hasil, dan setiap hari kamis mereka akan stor uang hasil panen karet.

Selain itu, ayah saya juga ada toko atau kedai harian alias kedai kelontong, itupun hanya sekali seminggu bukanya, setiap pasar di kampung saya, makanya hari ini ramai yang menelpon karena banyak yang belanja dan ayah tidak ditempat.

Yang menelpon juga dari ibu-ibu yang bekerja membersihkan ladang gambir yang dimiliki ayah, mereka minta upah dan meminta pekerjaan baru lagi, lumayan banyak juga karyawan ayah saya, dan saya masih saja menjadi karyawan orang lain.

Amak (mama) saya juga memiliki usaha, yaitu jualan beras, disamping itu juga memliki komunitas arisan, setiap kami ada sekitar 40 orang setor uang arisan yang hanya 25ribu per orang, dan itu sangat bermanfaat bagi komunitasnya.

Hebat dan leuar biasa orang tua saya, kadang saya malu, saya yanng sudah mereka sekolahkan hingga jenjang S2, dengan latar belakang mereka tamat SD, ternyata mereka lebh banyak karyawan daripada sayang yang masih saja menjadi karyawan orang.

Suatu saat saya juga akan memilki banyak karyawan, meskipun saat ini yang menjadi karyawan saya masih beberapa orang dan beberapa mesin pencari, Alhamdulillah sedikit bisa membahagiakan mereka.

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.